Awalnya aku sedikit terkejut, ketika diceritakan ia meminta untuk pakai jilbab ke sekolah pada ibunya. Padahal ia tidak pernah di doktrin orang tuanya untuk pakai jilbab dalam usianya sekarang. Ia juga tak bersekolah di sekolah islam, bahkan di sekolahnya sendiri pun sangat jarang bahkan boleh dikatakan tidak ada yang berjilbab. Karena memang di sekolah negeri itu, tidak ada peraturan untuk memakai seragam yang tertutup aurat.
Lagipun saya yakin anak berusia 8 tahun itu belum tahu apa-apa tentang wajib tidaknya memakai jilbab.
Di situ aku penasaran!!
Dan mencoba mencari tahu langsung apa yang ada di pikiran bocah itu dalam dialog via hape.
Manda: kin sekarang kata ibu udah pakai jilbab ya?
Kin : ya ( jawabannya selalu pendek?
Manda: siapa yang suruh kin pake jilbab? Ayah, ibu, paman atau nenek?
Kin : nggak ada. (Lagi2 jawaban singkat)
Aku semakin penasaran, aku lanjutkan bertanya.
Manda : kin mau pake jilbab sendiri ya?
Kin : ya
Manda : memang kenapa mau pake jilbab?
Kin : HEBAT..
Manda: hebat?! Emang hebat kenapa?
Kin: HEBAT aja.
Aku terdiam sejenak. Antara sedih dan terharu bahagia. Sedih karena jarak yang membuat interaksi aku dan dia tak seintensif ketika aku di rumah. Haru, anak sekecil itu punya pemikiran bahwa memakai jilbab itu sesuatu yang hebat.
Di tengah anak-anak lain di paksa oleh orangtuanya, ia melihat dan memahami dengan caranya sendiri.
Lalu aku pun kembali bertanya.
Manda: kin mau terus pake jilbab sampai besar?
Kin : ya.. (Aku mengaminkan dalam hati)
Manda: semoga selalu istiqomah pake jilbabnya nak.
AAMIIN..
Akhir percakapan yang membuat dadaku bergetar hebat. Teringat beberapa bulan lalu, dia masih ke sekolah memakai seragam merah putihnya yang pendek. Bahkan dia masih selalu bertanya setiap malamnya menjelang tidur.
'Kenapa manda selalu pakai jilbab?'
Dan aku menjawabnya dengan tersenyum lebih dahulu. Dan mencoba menjawab dengan apa yang bisa ia pahami. Bahkan aku sudah lupa apa yang persis aku katakan padanya.
Karena mungkin ia sedikit aneh, ketika aku pulang selalu memakai jilbab. Bahkan di rumah, ketika kondisi tertentu. Aku yakin bukan karena tidak ada yang ia lihat pake jilbab selain aku di sana. Cuma saja, mungkin ia lihat sedikit berbeda dibanding yang lainnya.
Aku tidak ingin banyak cerita lagi. Ponakan ku yang satu ini memberiku semangat baru kala ku mulai hanyut oleh dunia.
Semoga Allah meridhoimu menjadi anak sholehah..
menjadikan mb tauladan kelak bagi adikmu..
Do'amu sebagai perisai yang akan melindungi ayah dan ibumu..
Semoga terus menjadi inspirasi orang-orang di sekelilingmu..
Do'a kami selalu untukmu.
# teruntuk ponakanku kikin.
Jika kau sudah besar kelak, dan catatan ini masih bisa kau baca. Maka kin akan tahu maknanya.
# selamat ujian
# semoga tetap jadi juara
# juara di hati
# keep fighting..
# salam sayang dan rindu
# manda kinrin
Showing posts with label Catatan Rindu. Show all posts
Showing posts with label Catatan Rindu. Show all posts
Tuesday, December 8, 2015
Thursday, December 3, 2015
Istana di awan
Hmmm... Ffuuuhh... Aku mengambil nafas panjang, dan kembali ku lepaskan ke udara. Serasa aku baru saja kembali dari pertapaan selama ratusan hari.
Yah, aku kembali di dunia antah barantah ini. Dimana aku membangun istanaku sendiri. Mungkin ini lah yang ku sebut negeri atas awan. Dengan singgasana yang sulit di jangkau banyak orang, tapi mereka tahu aku ada di sana, sedang duduk sambil memikirkan nasib rakyatnya yang masih samar.
Sepertinya saya sudah sedikit berlebihan. Tapi yang pasti aku baru saja kembali. Dengan musim yang berbeda ku ingin menyapa mereka yang di sana. Yang selalu menanti kepulanganku dengan sabarnya. Tanpa lelah selalu menanyakan kabar. Sebenarnya aku hanya ingin mengatakan rindu, tapi serasa begitu malu. Hmm..
Ingin bercerita tentang pertapaanku yang tak selalu berjalan mulus. Ada-ada saja bisikan yang kadang membuatku terlintas 'sudah lah, menyerah saja. Nanti kau bisa bertapa juga di tempatmu yang baru. Atau di istanamu yang baru kau akan lebih fokus lagi'. Lagi-lagi ku harus hela nafas panjang, ketika jeritan-jeritan kemarahan itu bermunculan, karena mereka saja tang belum paham. Tapi aku masih di sini. Aku lega saat ini masih bisa berada di istana ini. Walaupun pertapaanku penuh dengan cobaan, tapi bukankah aku masih bisa bertahan karenanya. Tidak ada yang sia-sia nyatanya. Walau kini aku lebih sedikit berani, keluar dari pertapaan tanpa harus lari meninggalkan istana ini. Karena misi masih berjalan, dengan tekad yang belum padam.
Terimakasih ayah,ibu dan kakak-kakak ku. Kalian semua adalah motivasi terbesar hidupku. Terimakasih teman, yang telah setia menyediakan telinga untuk mendengar candaan yang tak begitu lucu itu. Semoga Allah persatukan kita semua di surga-Nya kelak. Aamiin
Yah, aku kembali di dunia antah barantah ini. Dimana aku membangun istanaku sendiri. Mungkin ini lah yang ku sebut negeri atas awan. Dengan singgasana yang sulit di jangkau banyak orang, tapi mereka tahu aku ada di sana, sedang duduk sambil memikirkan nasib rakyatnya yang masih samar.
Sepertinya saya sudah sedikit berlebihan. Tapi yang pasti aku baru saja kembali. Dengan musim yang berbeda ku ingin menyapa mereka yang di sana. Yang selalu menanti kepulanganku dengan sabarnya. Tanpa lelah selalu menanyakan kabar. Sebenarnya aku hanya ingin mengatakan rindu, tapi serasa begitu malu. Hmm..
Ingin bercerita tentang pertapaanku yang tak selalu berjalan mulus. Ada-ada saja bisikan yang kadang membuatku terlintas 'sudah lah, menyerah saja. Nanti kau bisa bertapa juga di tempatmu yang baru. Atau di istanamu yang baru kau akan lebih fokus lagi'. Lagi-lagi ku harus hela nafas panjang, ketika jeritan-jeritan kemarahan itu bermunculan, karena mereka saja tang belum paham. Tapi aku masih di sini. Aku lega saat ini masih bisa berada di istana ini. Walaupun pertapaanku penuh dengan cobaan, tapi bukankah aku masih bisa bertahan karenanya. Tidak ada yang sia-sia nyatanya. Walau kini aku lebih sedikit berani, keluar dari pertapaan tanpa harus lari meninggalkan istana ini. Karena misi masih berjalan, dengan tekad yang belum padam.
Terimakasih ayah,ibu dan kakak-kakak ku. Kalian semua adalah motivasi terbesar hidupku. Terimakasih teman, yang telah setia menyediakan telinga untuk mendengar candaan yang tak begitu lucu itu. Semoga Allah persatukan kita semua di surga-Nya kelak. Aamiin
Wednesday, November 13, 2013
Beloving U are..
The story that when anytime i’m back.
My heart feeling, can’t show up to them. I wanna tell how i
love them more than anyone in my life now. I wanna tell how i wanna make them
happy more than anyone. But, my mouth always silently success for do not talk that.
I don’t know why. It’s hard. Not only coz i don’t proof my loving yet, but also
may be it does’t meaningfull for them. As your priding child, i don’t want make
the sad with my fail. I know, it’s completely make them shame with my failure.
I always say something to make you
proud, but i don’t know when it is.
When i’ve gone..
Always with tears, when i miss them. Just embrace their shadows
in my night. I don’t tell them about my sickness, coz i know they’ll sick most
than me. I don’t tell them my worried, coz that’s all just make them over
condition.
Just pray for all the thing make us better in His mercifull
everyday. Because of both of u, can increase my motivation for do the best.
For my beloved, Mom ‘n Dad.
My Beloved sister n brother n brother in law.
My beloved nieces, smile for U
Love you all, my family.
Sunday, November 10, 2013
Sabar, Katanya
Kucoba pejamkan mata ini sejenak. Membayangkan tiada lagi pertengkaran, tiada lagi penganiayaan, tiada lagi kezholiman, tiada lagi kehausan akan kekuasaan. Damai dan tentram sekali rasanya.
Sungguh luar biasa kehidupan ini, ketika kita semua mampu untuk bersabar dalam menjalaninya.
Hingga tetesan airmata lelah itu terbuka. Menyadari kurangnya akal manusia untuk berfikir tentang sebuah arti kesabaran. Yang katanya bersaudara, tapi selalu menghujat. Yang katanya berdakwah, tapi mengaku paling benar. Yang katanya bertakwa, tapi bangga dengan kefujurannya. Yang katanya rendah hati, tapi membanggakan ketawadhu'an yang ditampakkannya.
Masyaallah. Sungguh berat dunia ini bagi yang tidak bisa bersabar.
Saudaraku, kesabaran adalah cara tingkat tinggi dalam menuntaskan masalah dunia ini. Mari terus bersabar. karena ia nasihat bagi yang mengamalkan. Teruslah beribadah, berbuat kebaikan dan memberi manfaat. Karena itulah kesabaran yang paling Allah sukai.
#fashobrunjamiil...
Sungguh luar biasa kehidupan ini, ketika kita semua mampu untuk bersabar dalam menjalaninya.
Hingga tetesan airmata lelah itu terbuka. Menyadari kurangnya akal manusia untuk berfikir tentang sebuah arti kesabaran. Yang katanya bersaudara, tapi selalu menghujat. Yang katanya berdakwah, tapi mengaku paling benar. Yang katanya bertakwa, tapi bangga dengan kefujurannya. Yang katanya rendah hati, tapi membanggakan ketawadhu'an yang ditampakkannya.
Masyaallah. Sungguh berat dunia ini bagi yang tidak bisa bersabar.
Saudaraku, kesabaran adalah cara tingkat tinggi dalam menuntaskan masalah dunia ini. Mari terus bersabar. karena ia nasihat bagi yang mengamalkan. Teruslah beribadah, berbuat kebaikan dan memberi manfaat. Karena itulah kesabaran yang paling Allah sukai.
#fashobrunjamiil...
Subscribe to:
Posts (Atom)
